Hotline : (0341) 477-333

DATA INFLASI INGGRIS MANJAKAN POUND

Pound sterling menyentuh level tertinggi dalam setahun terhadap dollar pada perdagangan Selasa (12/9) menyusul laporan inflasi Inggris yang lebih baik dari prakiraan.

Data yang dirilis ONS menunjukkan inflasi Inggris naik menjadi 2,9 persen di bulan Agustus, tertinggi dalam lima tahun. Para analis dan ekonom sebelumnya memrediksikan inflasi hanya akan naik menjadi 2,8 persen.

Angka peningkatan inflasi yang melebihi prakiraan tersebut menambah prospek naiknya suku bunga Bank Sentral Inggris (BOE) lebih dini dari yang diharapkan.

Terhadap dollar, pound melambung hingga 1.32985, tertinggi sejak September 2016.

BOE sebelumnya diprediksikan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,25 persen pada rapat kebijakan hari Kamis besok. Prediksi ini dilandasi keyakinan bahwa BOE sejauh ini hanya memantau perekonomian Inggris seiring persiapan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Namun, seiring dengan meningkatnya laju inflasi, BOE kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan kebijakannya. Meski demikian, menaikkan suku bunga minggu ini tampaknya belum menjadi pilihan yang tepat.

Sementara itu, euro turut menguat meski tipis terhadap dollar. Mata uang tunggal terpantau di kisaran 1.19668 terhadap dollar pada akhir perdagangan, naik 0,12 persen dari posisi pembukaan.

Sedangkan harga emas dunia berhasil rebound setelah tertekan cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Logam mulia ditutup tak jauh dari level tertinggi harian, di kisaran $1331.80 per troy ounce, naik 0,34 persen.

Sebaliknya, baik yen maupun franc Swiss ditutup melemah masing-masing di 110.162 dan 0.96013 per dollar.

Demikian pula dollar Australia, berakhir melemah 0,1 persen di 0.80199 terhadap dollar.

Di samping masih mendapatkan support dari ekspektasi naiknya suku bunga Bank Sentral AS, dollar bernajak pulih dari keterpurukan pasca bencana alam yang melanda AS belakangan ini.

Perhatian kini tertuju pada data inflasi AS minggu ini yang akan dimulai dengan rilis data PPI pukul 19.30 WIB nanti Malam. Tekanan jual terhadap dollar bisa mereda jika laporan inflasi AS semakin mendukung ekspektasi naiknya suku bunga The Fed. (atz)

Close Menu
%d bloggers like this: